
Bogor, 4 Pebruari 2010
Dear cultivated agarwood fans
Terimakasih sudah sharing dengan kami untuk rencana pengembangan tanaman gaharu di daerah masing-masing. Pertanyaan-pertanyaan mendasar hampir sama muncul dengan pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang senada. Respon memang berbeda-beda, beberapa orang sudah melangkah lebih maju dengan ACTION menanam dan yang lain masih terus mempertanyakan dan menunggu hari baik tiba.
Ambivalensi, kami namakan, ketika kita bermaksud menjadikan tanaman gaharu sebagai cash cow dan realitas bahwa sampai dengan sekarang belum bisa diprediksikan kehandalannya seperti kalau menanam karet dengan hitungan produksi yang pasti.
Tetapi juga kami menjumpai para risk taker yang telah menanam pohon gaharu dalam jumlah cukup banyak dan pada sampai sekarang masih belum menemukan teknologi yang pas. Namun komentar teman dari Thai, “Mr. X” begitu dipanggilnya, bahwa memang dia menanam dengan harapan dan harapan itu harapan dolar, beberapa tahun berselang dan sekarang sudah mulai terbukti.
Kembali ke pertanyaan, ketika kita membuka lahan apakah memungkinkan bisa menjadi pohon uang yang bisa dipetik uangnya pada kurun waktu tertentu secara rutin. Pohon gaharu, menurut beberapa informasi dari Malaysia, tidak bisa diandalkan dan harus dikombinasikan dengan produk lain subsidi income, dalam kasus ini mereka menanam pohon gaharu bersama pohon pisang dan hasil industri kripik pisangnya menjadi andalan penghasilan. Ide yang sangat menarik.
Desain bisnis juga akan menentukan model penanaman pohon gaharu. Ketika kita menetapkan gaharu sebagai komunitas tegakan kayu pembentuk hutan, maka menanam gaharu dilakukan dengan cara membuat babat jalur, yaitu membuka tajuk pada lebar + 1 m dengan jarak misal 3 m, tergantung dari kerapatan yang akan kita buat. Namun yang jelas kita harus menunggu tanpa penghasilan dalam kurun waktu menunggu. Sehingga pada waktu menunggu harus ada aktivitas lain yang menjadi penopang pendapatan. Akan sangat menarik jika sumber penghasilan tersebut tidak berbasis lahan pada kawasan yang sama. Kecuali kita mempunyai ide-ide brilyant menjual jasa lingkungan. Atau sebelum gaharu yang ditanam menghasilkan, bermainlah di pasar gaharu untuk merintis jalan marketingnya. Karena salah satu titik kritis dalam usaha gaharu adalah marketing. Kecuali memang akan melakukan bagi hasil seperti cerita sistem beberapa orang di Malysia, 70:30 untuk minimal tegakan 1000 batang. Dan ada juga memang yang menanyakan seperti itu, jadi saya sedia lahan silakan ditanam sampai suntik berapa biayanya dan sekalian dijual habisnya berapa. It sounds good. Tapi memang harus dipilah atau fokus siapa main ada dan bagaimana.
Tetapi apabila kita inginkan kombinasi dengan jenis lain artinya harus land clearing. Sehingga penanamannya disarankan dengan menggunakan naungan bantuan untuk penanaman bibit gaharu, yaitu dengan menancapkan tiga batang glirisidae atau pokok singkong secara kerucut sehingga tunasnya menjadi penaung sampai tanaman gaharu tahan.
Kalau ditanya mana yang lebih dulu ditanam, misalkan kombinasi antara gaharu dengan pepaya, gaharu dulu atau pepaya dulu. Saya kira dua-duanya harus jalan seiring atau bersamaan, karena target tanamnya adalah gaharu. Ketika pohon pepaya tinggi bisa berfungsi sebagai naungan sementara. Mumpung masih banyak hujan maka disarankan bulan Pebruari ini sudah harus mulai tanam. Jika tertutunda, maka jika ketersediaan air terbatas bisa jadi bulan Desember nanti baru tanam.
Pertanyaan yang menarik adalah apa yang bisa dijadikan harapan jangka pendek memberikan hasil. Menurut kami lakukan penyuntikan pada pohon gaharu alam. Karena dalam setahun ini banyak yang minta dikirim inokulan karena banyak tersedia pohon gaharu alam. Dan sangat menjanjikan untuk uji coba. Menurut kami uji coba yang di Bogor kemarin dengan bahan inducer baru cukup menjanjikan sebagai bahan uji coba.
Beberapa teman juga mempunyai pengelaman dengan menanam gaharu bersama kombinasi pisang. Tapi memang pisangnya sudah ada sebelumnya dan gaharu dijadikan tanaman tambahan di antara barisan pohon pisang.
Gambar di atas menunjukkan beberapa kondisi tanaman gaharu, ada yang ditanam bersama pisang (sayang sepertinya pisangnya sudah tertekan pertumguhannya karena kenaungan gaharu), atau di pekarangan tanpa aturan, asal menanam, dan yang lain sepertinya langsung monokultur menjadi seperti kebun gaharu, dan sepertinya baik-baik saja tanpa naungan.
Pada gambar di halaman lain blog ini, terlihat pohon gaharu ditanam di sela-sela tanaman jambu mete. Coba lihat di postingan gaharu n masa depannya ada kliping koran yang menunjukkan menanam gaharu seperti kebun karet.
Demikian bisa kami sedikit menjelaskan atas beberapa pertanyaan yang masuk kepada kami. Mudah-mudahan bisa membantu. Jika ada pertanyaan silakan untuk langsung aja, mudah2an bisa dibantu. Terimakasih. Salam sukses luar biasa.
ditulis di Solo, jam 7 malam 4 Pebruari 2010.
0.000000
0.000000