Oleoresin

 

Salah satu produk dari industri gaharu -> OLEORESIN

 

How wonderfull trees…… gaharuuuuuuuuu……………

Seedling Season

Bulan hujan, hari hujan.  Banyak air. Tanam..tanam pohon gaharu……………………..

Agarwood Workshop

 

 

Pada tanggal 22 – 24 Nopember 2011, Kementrian Kehutanan melakukan workshop gaharu pada skala regional yang bekerjasama dengan Kabupaten Bangka Tengah Propinsi BABEL.  Event tersebut adalah mandatory untuk sesi lanjutan pembahasan CITES yang telah dilakukan sebelumnya di Kuwait.

Adapun rumusan hasil seminar dan workshop tersebut adalah :

RUMUSAN

SEMINAR GAHARU INDONESIA DAN PROSPEK PASARNYA

(SIDE EVENT ASIA REGIONAL WORKSHOP ON AGARWOOD)

BANGKA TENGAH, BANGKA BELITUNG, INDONESIA

22-24 NOVEMBER 2011

  1. Pemanfaatan dari alam yang masih berlangsung saat ini harus diimbangi dengan peningkatan pengembangan budidaya tanaman gaharu di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menjamin keseimbangan ini harus segera dibuat rencana pengelolaan dan rencana aksi nasional pengembangan gaharu secara komprehensif yang didukung oleh seluruh Stake holder gaharu;
  2. Untuk menjamin keberlangsungan pemanfaatan gaharu, baik alam maupun budidaya, harus dibuat sistem Non Detriment Finding (NDF) yang kuat dan efektif yang meliputi antara lain :
    1. Sistem quota (alam) yang didasarkan kepada data dan informasi berbasis riset;
    2. Sistem pendataan potensi gaharu yang yang dapat dipercaya (database potensi gaharu), baik spasial maupun non spasial;
    3. Data/informasi permintaan pasar (DN/LN)
    4. Mendorong peningkatan kapasitas stakeholders, pelaku usaha, petani gaharu ditingkat lokal untuk dapat menguasai dan menerapkan IPTEK budidaya, pengelolaan dan produksi inokulan, khususnya untuk budidaya gaharu;
    5. Untuk menjamin kelangsungan usaha, percepatan pelayanan kepada masyarakat dan kepastian potensi tanaman gaharu, perlu segera dibuat sistem registrasi budidaya gaharu nasional yang antara lain memuat:
      1. Sistem pendataan tanaman yang jelas dan terukur;
      2. Mekanisme dan prosedur registrasi yang mudah dan murah, namun dapat dipertanggungjawabkan;
      3. Kelembagaan registrasi yang efektif dan efisien. Terhadp hal ini peran kelembagaan pemerintah yang ada di daerah perlu diprioritaskan. Khusus untuk Propinsi Bangka Belitung, pembentukan Balai KSDA perlu segera dipercepat;
      4. Aspek pasar (marketing), terutama untuk gaharu budidaya, perlu ditangani secara serius dan segera agar semangat pembudidayaan gaharu yang sudah berkembang saat ini tetap terjaga. Upaya-upaya yang perlu dilakukan antara lain :
        1. Kerjasama antara petani (produsen) gaharu dengan pedagang gaharu (pengumpul dan eksportir) yang transparan dan saling menguntungkan;
        2. Peran fasilitasi pemerintah (pusat atau daerah) untuk :

1)   Membangun mekanisme pasar yang transparan, baik lokal maupun nasional;

2)   Memberikan akses dan informasi pasar seluas – luasnya kepada petani gaharu;

3)   Membuat sistem labeling dan packing produk gaharu untuk peningkatan nilai produk dan kepercayaan pasar;

4)   Membuat standar kualitas gaharu dan produk gaharu yang terukur;

5)   Membuat sistem informasi yang efektif tentang pengelolaan gaharu Indonesia (antara lain melalui web atau publikasi)

6)   Fasilitasi pembentukan kelembagaan pelaku usaha gaharu di daerah-daerah (forum komunikasi atau kelompok-kelompok profesi termasuk pusat informasi di daerah)

7)   Perlu dirancang perlindungan hukum yang efektif (termasuk perda) untuk menjamin berjalannya suatu sistem, mekanisme dan prosedur pengembangan budidaya gaharu.

  1. Mendorong pemerintah pusat untuk menempatkan pengembangan budidaya gaharu sebagai prioritas (Crash program), antara lain dalam program :
    1. Pengembangan hutan tanaman rakyat (HTR) untuk perluasan tanaman gaharu
    2. Pengembangan kebun bibit rakyat (KBR) untuk membantu penyediaan bibit
    3. Pemanfaatan dana Badan Layanan Umum (BLU) untuk membantu pola pembiayaan budidaya gaharu
    4. Hibah atau bantuan sosial melalui sektor-sektor terkait, baik pusat atau daerah (program PNPM, dll).
    5. Mendorong Badan Litbang Kehutanan bersama-sama LIPI untuk melakukan kajian-kajian atau penelitian antara lain tentang :
      1. Pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit terhadap tanaman gaharu secara biologis dan ramah lingkungan;
      2. Unit kelayakan usaha (Economic scale) gaharu
      3. Identifikasi jenis tanaman penghasil “Decaying log” di Papua
      4. Kajian kemungkinan mendatangkan bibit-bibit gaharu unggul dari luar negeri, baik dari aspek ekonomis maupun ekologis
      5. Kajian tentang syarat-syarat dan aturan main produksi serta pemanfaatan inokulan gaharu
      6. Tanaman gaharu Indonesia memiliki daya komparatife yang tinggi dibandingkan dengan negar-negara penghasil gaharu lainnya di dunia, mengingat jumlah jenis pohon aharu dan jumlah jenis mikro-organisme (jamur) yang sangat tinggi. Namun demikian persoalan serius yang perlu kewaspadaan semua pihak adalah hama gaharu yang dapat mengganggu kelangsungan budidaya gaharu.
      7. Pembasmian dan pengendalian hama gaharu dianjurkan secara biologis atau mekanisme (monitoring rutin). Penggunaan bahan kimia (pestisida) merupakan pulihan terakhir dan sifatnya lokal (terisolasi)
      8. Pola budidaya gaharu yang efektif disarankan menggunakan sistem agroforestri (sehingga ada hasil antara yang diperoleh sebelum gaharu memberikan hasil).

10. Peluang pasar gaharu hasil budidaya masih terbuka luas, terutama untuk Timur Tengah, China, Taiwan dan Singapura. Karena itu gerakan budidaya gaharu di Indonesia perlu terus disosialisasikan dan dikembangkan.

Bangka tengah, 24 Nopember 2011

Pimpinan Sidang

Ir. Adi Susmianto, M.Sc

My Review

Sekian lama tidak mengupdate Blog Supergaharu menjadikan saya merasa berdosa. Namun demikian setiap saat traficnya saya perhatikan.  Beberapa orang melakukan subscription.  It’s great.  Rata-rata pengunjung berkisar 100 – 200 orang tiap hari.  Suatu hari saya terhenyak karena kunjungan sampai mencapai 1000 orang lebih dalam sehari.  Ada apa ya.  Saya menduga bahwa di sekitar Jawa Tengah dan dan Jawa Timur ada MLM dengan barang jualan bibit gaharu,  sehingga banyak yang penasaran tentang bisnis gaharu.  Dan sebagian besar yang berkunjung dan bertanya adalah para pemain baru atau yang mau dan ingin tahu lebih banyak untuk memulainya.

Pada saat ini tercatat pengunjung berkisar 500 orang per hari.  Merupakan jumlah kunjungan yang menurut saya sangat besar.  Beberapa pertanyaan dilayangkan meskipun memang tidak selalu kepada saya.  Mudah2an bermanfaat bagi semua orang.   Pertanyaan-pertanyaan yang paling sering adalah dimana saya bisa mendapatkan bibit gaharu dan bagaimana saya bisa mendapatkan inokulan gaharu bahkan dengan istilah yg sudah dipopulerkan teman2 Malaysia dengan sebutan vaksin gaharu.

Bibit gaharu saya bisa melayani sejauh yang bisa saya layani terutama untuk teman-teman di Jawa.  Tetapi untuk teman2 di luar Jawa saya merasa ada sebuah ironi, mereka bertanya sedangkan di sekitar mereka banyak tersedia dan tinggal menjalin network. hanya memang beberapa teman di wilayah2 tersebut tidak cukup tersedia alamat kontak yang bisa dihubungi.  Beruntung banyak juga yang meninggalkan alamat sehingga saya sering merekomendasikan nama-nama tersebut untuk dikontak.

Memang menjadi tidak mudah melayani bahan pembentuk gaharu, karena berbagai alasan.  Saya sudah melakukan uji ke teman2 di Bangka, Putusibau, Aceh, Ende, Palembang, Bali, Bogor, Lombok.  Dan dengan perbaikan formula kini kami beranikan melayani penjualan ke beberapa pemesan dengan harga Rp. 100 ribu per kemasan/100 stik bambu ditambah ongkos kirim.  Yang masih belum bisa dilayani adalah kerja sama penyuntikan karena keterbatasan waktu dan tenaga.  Mudah2an dalam waktu dekat bisa disiapkan tim yang bisa melakukan kerjasama.  Beberapa teman dari berbagai daerah sudah menanyakan antara lain lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara dll.

Terus semangat mari kita kembangkan jaringan pengembangan gaharu lebih luas.

Rehat sejenak dengan para mitra kerja. berpesta hidangan thai. sang mentor yang semakin gembul paling depan.

 

Cerita dari Sang Penemu

Banyak pertanyaan yang sangat menarik dari teman di seantero negeri tentang penggunaan bahan pembentuk gaharu yang berasal dari bahan organik ini.  Diskusi yang mendalam dengan “Sang Penemu” bahwa memang ada tarik ulur penggunaan cairan atau stik bambu.  berikut beberapa petikan dari tulisan “sang penemu” yang kami sadur dan perbaiki pada awalnya digunakan cairan dengan diameter lubang 13 mm kemudian 10 mm dan menjadi lebih kecil 6mm, kemudian penggunaan stik bambu.  Semua ada plus dan minusnya.

Cairan dengan diameter Bor 13 mm
Keuntungan.
- Cairan  cepat dan mudah diaplikasikan.
Kerugian.
- Boros penggunaan cairan.
- Pohon rentan terhadap kerusakan (rapuh).
- Hasil tidak cukup tinggi.
- Risiko infeksi pada pohon hingga menyebabkan pohon mati.
- Hasilnya berbentuk piring atau tabung yang tidak disukai buyer.
Cairan dengan diameter bor 6 mm
keuntungan.
- Tidak ada kerusakan membusuk kayu dan risiko kematian dari infeksi yang berkurang.
- Hasil meningkat.
- Produknya mempunyai bentuk yang digemari pasar sehingga harga jual yang lebih baik.
Kerugian.
- Proses memasukkan cairan ke dalam lubang menjadi lebih sulit dan banyak terjadi tumpahan cairan.
- Tumpahan cairan membuat kulit pohon kering dan merangsang kematian pohon.
- Memakan waktu lebih lama untuk mengebor dan memasukkan cairan.
Stik Bambu dengan bor 8/10 mm
Keuntungan

- Delivery antar pulau lebih mudah dilakukan.

- Mudah pengerjaan di lapangan.
- Lebih hemat.
- Dapat dilakukan sejak pohon umur 3 tahun atau diameter pohon yang kecil.
- pohon tidak busuk dan tidak terjadi kerusakan berarti.
- Pohon-pohon yang lebih tua akan menghasilkan kualitas kelas gubal yang lebih tinggi.
- Hasil lebih banyak dengan bentuk yang disukai pasar meskipun bentuknya kecil dan pengerjaan lebih intensif.
Kerugian
- Pohon yang belum tua mudah melakukan recovery. 
- Proses pengolahan/ pahat menjadi  tidak mudah karena potongan yang lebih kecil dan dalam jumah lebih bnyak.
- Pembentukan bunga terangsang dengan menggunakan stik bambu.

Ekspor Gaharu ke China

Bertempat di Plasa Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.  Mentri Kehutanan melepas ekspor Gaharu ke China.

China menjadi negara yang sangat potensial untuk pasar Gaharu.  Pasar tradisional gaharu ke Timur Tengah masih menjanjikan. Namun pasar baru ke China sangat menjanjikan.

Selamat kepada teman2 di Asgarin yang telah merintis pasar tersebut.  Selamat kepada teman2 di Kementrian Kehutanan yang menjadikan momen tersebut sebagai titik masuk membangun kapasitas industri non kayu dari hutan kita yang sangat kaya.

Karena Sering Ditowel

Uji coba penggunaan bahan pembentuk gaharu di Bogor masih kurang beruntung karena pohon mati terkena serangan ulat yang luar biasa.  Sebenarnya terdapat hasil yang bisa dipanen tapi tidak keburu.

Uji coba di Lombok hasulnya terjadi recovery dan kemungkinan karena para pengujung yang penasaran dan sering menowel lubang induksi sehingga terbuka kontak dengan oksigen dan terjadi recovery.  Harus dicoba lagi.  Mudah2an ada waktu berkunjung ke Lombok lagi dalam waktu yang tepat.

2010 in review

Crunchy numbers

Featured image

In 2010, there were 26 new posts, growing the total archive of this blog to 30 posts. There were 58 pictures uploaded, taking up a total of 6mb. That’s about a picture per week.

The busiest day of the year was April 14th with 333 views. The most popular post that day was Inspired Moment.

Gaharu On The NET

(Foto kiriman Witsawa)

Gaharu semakin marak semakin hari.  Bisa kita telusuri di WEB maka banyak akan kita temukan berbagai posting yang sangat menarik untuk diikuti.  silakan klik beberapa situs di bawah untuk mengikuti perkembangan teknologi gaharu di Indonesia dan Malaysia.

Malaysia Sorga Gaharu

Agarwood MAlaysia

Gaharu Trader

Gaharu Bali

GAharu Indonesian

Gaharu BORNEO

Gaharu KALBAR

Termahal didunia

Gaharu Online

Gaharu Blog

Sumber Aromatik Indonesia

GAHARU CIANJUR

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers